Kenalan dengan MATLAB


Sebelum saya membahas lebih lanjut, ada baiknya kenalan dulu sama MATLAB.

MATLAB, merupakan kependekan dari MATrix LABoratory yang dikembangkan oleh MathWorks.

MATLAB lahir pada saat bahasa pemrograman yang ‘mapan’ telah menguasai dunia pemrograman.

Lalu, kenapa MATLAB?

Yups, awalnya saya tidak tertarik dengan MATLAB. MATLAB terlalu besar, membutuhkan memory dan hard disk berkapasitas besar. Dan lagi, MATLAB tidak multiplatform dan tidak bisa menjadi file eksekusi.

Eh, ternyata slogan “Tak Kenal Maka Tak Sayang” ada benarnya juga, semua alasan saya terpecahkan satu persatu, dan akhirnya jatuh cinta deh sama MATLAB.  MATLAB tidak kompatibel dengan satu/beberapa OS?WOW, sejauh yang saya ketahui yang mendukung adalah Windows dan LINUX. WOW!

MATLAB tidak bisa jadi stand alone program? Memang, MATLAB menghasilkan file .m dan .fig untuk implementasinya, namun dengan beberapa trik bisa jadi file .exe WOW WOW!

Apalagi, ukurannya besar? Hmm, saya rasa itulah konsekuensi dari kemudahan yang diberikan MATLAB. Pada saat kita membuat program sederhana menghitung cos 450 , kita harus tau dulu rumus cosinus, kemudian merubah 45 derajat menjadi angka sehingga menghasilkan script yang begitu panjang. Namun,dengan MATLAB cukup satu baris kita sudah bisa membuat program menghitung cosinus, WOW 3x!

Semakin nggak sabar nih kenalan lebih jauh sama MATLAB? Lanjut saja ke next posting, Pal….so, see ya…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s